Wednesday, 30 December 2009

PERCAYA PADA GUSDUR

Rabu, 30 Desember 2009, pukul 18.45 wib, Gus Dur wafat. Tanpa terasa rupanya sudah lebih dari sepuluh tahun lalu ternyata saya pernah berada di komunitas Gus Dur, masyarakat NU, khususnya organisasi pemuda bentukannya.

Masa itu, orang terbengong-bengong dan takjub menyaksikan Gus Dur keluar istana dan melakukan salam perpisahan dengan banyaknya sorotan lampu kamera media hanya dengan bercelana pendek saja, tepatnya celana berpotongan bermuda yang nyaris berbatas dengan lutut. Padahal, saat saya bertandang ke kediamannya di Ciganjur yang asri dan luas bersama teman-teman sesama pengurus DKN Garda Bangsa, beliau pun berpakaian seperti itu. Memang begitulah mungkin kegemaran dan keseharian Gus Dur dalam berpakaian.

Semalam, saya menyaksikan banyak teman tidak sengaja terliput dalam siaran langsung wafatnya Gus Dur dari rumah duka di Ciganjur. Termasuk, mas Syafaat (Achmad Syafaat) yang dulu begitu rajin melayani kebutuhan banyak orang baik pengurus maupun tamu yang berada atau menginap di kantor pusat DKN Garda Bangsa. Menyaksikan suasana peliputan kepergian Gus Dur, saya pun jadi semakin terkenang-kenang saat masih aktif berinteraksi dengan komunitas Islam terbesar di tanah air ini ....

Begitu kharismatiknya dan kuatnya tokoh Gus Dur bagi masyarakat NU, hingga muncul 'banyolan' khas ala masyarakat NU mengenai Rukun Iman. Dalam ajaran Islam, selain wajib memenuhi 5 (lima) Rukun Islam, setiap umat muslim juga wajib percaya kepada 6 (enam) Rukun Iman, yaitu :
  1. Percaya pada Allah SWT,
  2. Percaya pada nabi dan rasul,
  3. Percaya pada malaikat,
  4. Percaya pada kitab Alquran,
  5. Percaya pada hari akhir,
  6. Percaya pada qada dan qadar

Maka, bagi masyarakat NU, selain wajib meyakini keenam Rukun Iman, mereka pun 'menambahkan'nya dengan rukun yang berikutnya, yaitu "percaya kepada Gus Dur" ! Demikianlah, kecintaan masyarakat NU kepada sosok Gus Dur, hingga mereka pun 'mewajibkan' dirinya untuk percaya kepada pemimpinnya, ulamanya. Sebagaimana saya mengenal 'samina watona' yang begitu akrab bagi masyarakat NU. "Saya mendengar, saya melaksanakan" begitulah kira-kira makna dan bentuk tindakan masyarakat NU menunaikan kewajibannya sebagai umat. Percaya, dan tunduk kepada pemimpinnya, yaitu ulamanya, maka percayalah mereka kepada ucapan Gus Dur ....

Sebagai orang biasa yang bukan siapa-siapa, (saya selalu menyebut diri saya outsider di tengah teman-teman komunitas NU, dan teman-teman selalu keberatan dengan bahasa saya), saya tidak mengenal Gus Dur sebaik saya mengenal Alwi Dahlan, dosen saya. Namun setidaknya, keberadaan saya dalam kepengurusan DKN Garda Bangsa, merupakan bukti, betapa Gus Dur memang tokoh yang sangat menjunjung tinggi pluralisme yang menginginkan perubahan pada tubuh NU ke arah yang lebih modern dan membuka diri.

Dalam organisasi pemuda yang dibentuk langsung oleh Gus Dur, saya dan seorang teman yang lain menjadi dua-duanya (bukan satu-satunya) orang muda 'non darah biru' dari kalangan pesantren atau turunan trah 'Gus'. Namun demikian, saya pun akhirnya terbiasa bertegur sapa dengan banyak Gus bahkan berkesempatan mengenal banyak tokoh besar politikus muda yang menjadi orang-orang pintar di kalangan NU dan Gus Dur. Saya juga terbiasa nongkrong di TVRI menonton Gus Iim (Hasyim Wahid), adik Gus Dur (walaupun beliau tidak kenal saya, wuakakakak) siaran soal politik hingga lewat tengah malam. Gus Iim-lah yang lebih banyak stand bye di kantor kami di bilangan Kemang, hampir setiap hari menemani teman-teman pengurus.

Saya & teman-teman bersama Sastro, 'ajudan' Gus Dur yang aktif sebagai seniman juga seringkali bareng-bareng nonton Ketoprak Humor di Tim hingga pukul 02.00 pagi ... ! Lain waktu nyupirin Sekjen dari Jakarta ke Kudus atau nemenin Sekjen ke Lampung Selatan ! Atau bertandang, tepatnya meledek Cak Imin (Muhaimin Iskandar) yang mendadak jadi orang penting lantaran diangkat menjadi anggota dewan/majelis di kediamannnya di Widya Candra. Di lain kesempatan, saya pun bertandang ke rumah Alm. Matori Abdul Djalil di Jati Padang, Pasar Minggu, mantan ketua PKB dan turut merasa stress nersama teman-teman yang lain saat beliau ditikam orang hanya beberapa hari berselang setelah beliau membuka secara resmi Konferensi Nasional Garda Bangsa di Denpasar Bali pada tahun 1999.

Menyambangi pernikahan kerabat salah seorang 'Gus' yang adanya jauh di Rembang dengan melalui jalur darat dari Jakarta pun menjadi hal 'biasa' bagi saya yang asli tukang mabok darat untuk perjalanan lebih dari 1 (satu) jam saja ! Merayakan harlah (hari lahir/HUT) PKB di kuningan saat kantor PKB masih di sana, atau pesta musik rakyat di Jogya, semuanya berkendaraan darat bersama Oneng yang akrab dipanggil Keke (Rieke Diah Pitaloka) yang saat itu menjadi salah satu Ketua dalam kepengurusan DKN Garda Bangsa yang tak keberatan menumpang mobil elef dari Jakarta hingga Jogja hingga macet berjam-jam dan terpaksa menempuh perjalanan lebih dari 16 jam ! Termasuk merayakan HUT bersama-sama antara Karto, Keke dan saya yang sama-sama berhari jadi di bulan Januari dan hanya berselang masing-masing tidak lebih dari 3 (tiga) hari.

Dalam komunitas Gus Dur ini, saya bersyukur telah belajar banyak hal. Saya beruntung karena saya memasuki komunitas NU di saat mereka tengah melakukan transformasi dan berusaha mengubah citranya dari masyarakat pesantren yang kampungan dan ndeso menjadi kaum intelektual muda yang modern dengan landasan keIslaman yang kuat. Arvin Hakim Thoha sang Ketum, kami biasa memanggilnya Karto, selalu berteriak keras bila melihat teman-teman pengurus ini terlihat masih saja suka mengenakan sarung saat berkantor dan menerima tamu. "Kebiasaan elek ojo diteruske, sarungan wae !" hardiknya.

Banyak hal yang saya temui boleh jadi memang hanya hal-hal kecil. Namun demikian, hal kecil itu sungguh besar maknanya karena semua itu sesuatu yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Secara, saya besar di keluarga dan kedua orang tua saya fanatik Golkar, sementara nenek saya fanatik Nasionalis/Sukarnois/Marhaenis dan muhamadiya tulen ! Jadi, saya menyaksikan sendiri niat besar perubahan dan perbaikan diri yang diuapayakan teman-teman NU. Dan itu, tentu saja atas dorongan Gus Dur agar masyarakat NU menjadi lebih intelek dalam bersikap dan berpikir. Lebih terbuka dan menjadi kaum yang menghargai dan menghormati perbedaan.

Walaupun saya tidak mengenal semua tokoh hebat yang sekarang terang benderang di jagad perpolitikan Indonesia, tapi saya menyaksikan lalu lalang kehadiran mereka di kantor kami saat itu, sepuluh tahun lalu. Saya juga beruntung, saya berkesempatan masuk dalam lingkungan NU saat Gus Dur akhirnya memenangkan pesta demokrasi yang pertama kali digelar secara fenomenal setelah kelengseran rezim orde baru yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun, menjadi Presiden. Walaupun hanya sesaat, tapi saya ingat betul Gus Dur melarang kami semua memanfaatkan keberadaanya dalam meminta sumbangan di berbagai instansi pemerintah untuk membiayai atau mensponsori kegiatan organisasi kami.

Dengan pekerjaan saya kini, tentu ini menjadi semua konsekuensi yang harus saya jalani. Saya terpaksa menjaga jarak dengan aktivitas bersama teman-teman NU, tapi tidak dalam berkawan. Rasanya memang menyenangkan, menyadari ternyata saya mempunyai pengalaman yang berkesan, tumbuh, belajar, dan berkembang dengan komunitas masyarakat Islam terbesar di negeri ini, yang tokohnya sangat dihormati juga ... tak jarang dicaci.

Saat menyaksikan kepergian Gus Dur melalui televisi semalam, saya merasa ... saya ingin kembali berada bersama mereka, teman-teman semua. Maka rasanya tak ada lagi yang berani membanyol soal sepak terjang Gus Dur yang fenomenal itu. Kecuali mengenang keunikan dan kekerasan hatinya dalam membela kepentingan kaum minoritas, dan meyakinkan masyarakat dalam menyederhanakan segala persoalan, katanya, "Gitu aja kok repot ..." Selamat jalan Gus Dur ....




Monday, 21 December 2009

DIJUAL 2 TIKET TAKSAKA

Maksud hati bukan mau jadi calo, tapi apa daya diriku tidak jadi pergi berlibur. Alhasil, 2 (dua) tiket KA yang sudah terlanjur dibeli pun terpaksa harus dijual. Persoalnnya, daku sudah memesan 2 (dua) tiket pulang-pergi, itu artinya cukup besar nilainya.

Karenanya, tidak ada salahnya daku coba menawarkannya kepada siapapun yg berminat melalui berbagai cara. Keberangkatan hari Rabu, 24 Desember 2009, pukul 20.45 wib, kembali hari Senin, 28 Desember 2009 pukul 20.00 wib.

Jadi siapa pun yg berminat silakan tinggalkan hubungi daku di 081321.888.7888

Terima kasih ... !

Sunday, 20 December 2009

ALHAMDULILLAH ... HUJAN ... !!!

Alhamdulillah hujan, Ya Allah ... ! Asiiik ... basah deh ... adem deh ... ga' panas deh ... bagus deh ... pemandangannya ... I love you full, God !!! Thank you ... !!!!

RESOLUSI 2010

What I really want to seize in 2010 are :


  1. Get a better job that suitable with my experiences & background, with a bright future, good working environment, marvelous sallary & benefits, and quit from my recently job !!! (Oh God, I cann't help it anymore ....)
  2. Having babies (twins);
  3. Register & go for Hajj (inssya Allah), & umroh;
  4. Running my own bussiness in tour & travel and moslem weeding gown design & boutique;
  5. Get a fully Phd/Doctorate scholarship & study abroad !

That's the things I want to do. But the most important above that is, I wish God always bless me, life & death. I wish God always bless me for everything I do. I want to be a nice & lovable person. I want to be a good daughter for my parents & a good big sister for my family. I want to make my self useful for everyone, then I hope I have something that I can give, my energy, my ideas, my money, my attention, my love & care, even my smile ....

Wednesday, 25 November 2009

DUNIA SUDAH TERBALIK

Kalau (yang) "banyak" sudah menjadi ukuran, maka yang benar pun bisa jadi salah. Kalau yang salah jumlahnya jauh lebih banyak, maka yang benar pun jadi tidak berarti apa-apa lantaran jumlahnya yang sedikit.

Jaman sekarang adalah jaman edan. Aturan yang berlaku di dunia kini bukan lagi kebenaran, tapi apapun yang terbanyak maka itulah yang akan menjadi acuan, tak peduli bila yang terbanyak adalah yang salah sekali pun.

Tidaklah mudah menegakkan kebenaran, melainkan dengan penuh perjuangan. Begitulah tanda-tanda akhir jaman, maka "ilmu" pun berangsung-angsur musnah tanpa jejak. Kala hal itu terjadi, maka kebenaran di dunia pun semakin sulit ditemui, atau bahkan mungkin tak ada lagi ....

Saturday, 21 November 2009

KALAU ....

Kalau jadi orang baik itu mudah, kalau memperbaiki diri itu ga' susah, mungkin di dunia ini ga' ada orang jahat 'kali ya ... ? Kalau semua orang itu dilahirkan pintar, kalau semua orang itu beruntung, mungkin di dunia ini ga' ada seorang pun orang yang diperintah dong ? Lha kalau semua orang itu kaya raya, kalau semua orang tidak pernah berbuat salah, maka dunia menjadi apa ya ... ?

Wednesday, 11 November 2009

APA SALAHNYA PERBEDAAN ?

Menikah saja dianjurkan mencari jodoh yang jauh, bahkan melarang yang bersaudara dekat, apalagi sedarah. Artinya apa ? Perbedaan itu berpeluang menghasilkan sesuatu yang hybrid, yang berkualitas baik, karena perbedaannya itu tadi.

Maka, apa salahnya perbedaan ? Bisa jadi apa yang kamu pikir baik, itu adalah buruk bagimu. Dan sebaliknya, bisa jadi apa yang kamu pikir itu buruk, itu adalah baik bagimu. Manalah kita tahu ? Itulah hikmahnya perbedaan.

Manakala kita tidak tahu sesuatu yang lain, yang berbeda, maka kita kita hanya tahu diri kita saja. Rasanya diri inilah yang paling hebat, padahal kenyataannya ... di luar sana begitu banyak kehebatan lainnya, yang bisa jadi tak mungkin kita menandinginya ....

Tuesday, 10 November 2009

MATI IDE

Begini neh ... kalau otak kelamaan ga' dipakai, jadinya mati ide. Mau ngapa-ngapain juga ga' tahu lagi. Apa yang mo' dipikirin juga ga' tahu lagi. Enaknya gw kerja jadi tourist guide aja kalee ya ... ? Kerjaannya saban hari muter-muter, wisata kuliner dan ke pasar, pasti seru kalee ... !Tamunya senang bisa gw antar ke mana2, gwnya, jauh lebih senang ... bisa jalan2 gratis ... !

Monday, 9 November 2009

Y ALLAH ... ALHAMDULILLAH ... !

Alhamdulillah, ya Allah ... betapa sulitnya itu ... betapapun lelahnya aku ... betapa kecewanya perasaan itu, betapa menyakitan itu, betapa tidak adilnya itu ... betapa zalimnya mereka itu kepadaku .... Subhanallah, ya Allah ... aku hanya mengharap ridhoMu ... pada hidup dan matiku ...

Thursday, 5 November 2009

INDISIPLINER LAGEEEE !!!!

Ya ampyun ... aku terlambat ke kantor lageee ... ! Dalam seminggu ini udah berapa kalee ya aku kena tilang satpam lantaran datang terlambat ke kantor ... ? Hicks ... semoga jasprodku ga' berkurang neh gara-gara sikap indisipliner yang ... selalu saja terulang ini ... Seandainya bisa naek motor ya ke kantor ... Rasanya cape deh nyupir terus. Ga' penting geetoo lho ke kantor aja kok ya mesti terlambat terus ... ? Maluuu ama bossss ... ! Ga' kuaaaat ... !

Monday, 19 October 2009

DARE TO DREAM

Do you dare to dream ? If you do not dare to dream, then you will not have future ! Starting your future by dreaming ! What is difficult of dreaming ? Nothing ! You just imagine anything you want to be, anything you want to have.


But dreaming is not enough ! Make a note with your dreaming. Write it down ! Read it, over and over again. Learn it ! Hence you will think how to build your dream come true. How can you do it real ? After that, you will have a lot of effort. Then, you will realize, that so manything to do with your dream.


You will obsess about your dreaming. You will struggling, fighting, searching anyway, anything that you can catch to make your dreaming is easier to be built. Trust me, you can do it !


Sometimes, we never trust that we have a lot of power inside ourself ! We often ignore it ! In fact, your power is the key for you to go, to run everywhere you want. Listen to your heart carefully and feel it !


Be positive to your life ! Be fair to your life too ! Admit it that sometimes we are doing something wrong. There is no body you can blame but yourself. And the most important thing is, there is God who make everything is happen.


You create your dream, you try to make it happen, but God will decide. Live is live. Ourselves are not the boss. Ourlive are belong to God. We only have idea, but God will decide it for us, if we ask, we fight, we try, and we always do anything on the right way. There is no doubt about it.

So, how do you do with your dream ? Or maybe you even never think about dreaming at all ? Do not dissapointed, it is never to late to learn, even for dreaming ! So, do it now. Seize your future from now ! Make your own way and inspire other !

MY DREAM

What I really want to do are ....

  1. Get the new job with good position, satisfaction salary/benefits, & bright future !
  2. Go for hajj !
  3. Having baby twins !
  4. To be nice & lovable person !
  5. To be rich !
  6. To be somebody for everyone who are able to help many people arround of me !
  7. To be diplomat in UK !
  8. To be CEO in PR & best in research in worldwide - international company & organization !
  9. To be an anchor and news reporter at BBC - international television station !
  10. Go for umroh at least every year !
  11. Build a mosqe, every year it would be great !
  12. Make my parents always happy and never less of money rest of their life
  13. Have a very, very big house with java traditional sytle, by joglo, gebyog peturon, furniture, kitchen, bedroom and bathroom at Jakarta, Jogja and Bali !
  14. Buy a new, better, beautiful house & car for my parents & sister !
  15. Go to bali & Jogja every single week for vacation with the whole my family
  16. Buy a new piano and able to play it !
  17. Buy a new car, I want to buy BMW & AUDI !
  18. Build FIRLLY DOUNDATION !!!
  19. Have my own business such as moslem boutique, batik, etc !
  20. To be a singer !

Sunday, 18 October 2009

ALHAMDULILLAH ... KETEMU ... !!!

Menjelang akhir bulan lalu, saya dibelikan kacamata baru oleh mantan pacar (suami, red-). Beberapa hari kemudian, itu kacamata 'menghilang' entah ke mana. Saya pun kebingungan dibuatnya. Pasalnya, itu kacamata baru seminggu saya pakai, selain itu saya tidak mungkin membeli sendiri kacamata itu lantaran harganya tidak bersahabat.

Saya cari di tempat les, di kantor, di mobil, di restoran tempat saya makan saat les, masih tidak ketemu. Saya sudah pasrah. Saya pun mencoba membelinya lagi. Namun ternyata ... sudah lebih dari 5 (lima) toko kacamata saya masuki namun tipe kacamata yang saya punya tidak tersedia lagi ! Aduh Tuhan ... !

Setelah segala upaya saya lakukan tidak membuahkan hasil, saya pun berdiam. Begitulah anjuran banyak orang bila kita menghadapi persoalan dan sudah mengupayakan banyak hal namun belum membuahkan hasil. Berdiamlah. Maka itulah yang saya lakukan. Yang lebih utama, tentu ya ... mohon ampun. Mungkin, saya telah banyak melakukan kesalahan yang saya sengaja maupun yang tidak saya sengaja.

Tiba-tiba saja pagi ini hampir 3 (tiga) minggu kemudian ... saat dalam perjalanan menuju kantor, saat hendak memindahkan posisi rem tangan 'si jeruk' mata saya tertuju pada sebuah kotak coklat yang sepertinya kotak kacamata saya yang menghilang itu. Dan, benar saja, ternyata itu adalah 'dia' .... ! Ya Allah senangnya ... ! Alhamdulillah wa syukurillah ... ! Kacamataku ketemu ... !

Hampir saja saya 'jatuh miskin' bila terpaksa harus membeli kacamata serupa yang baru. Dari kejadian ini, saya memperoleh banyak hikmah, di antaranya jangan pernah lupa bersyukur, lebih bertanggung jawab pada diri sendiri, dan banyaklah beramal, berbuat baik, bersedekah, dan berbaik sangkalah kepada Allah. Aneh ya ? Ga' nyambung ya ? Tapi alhamdulillah, itulah yang saya alami ....

Thursday, 15 October 2009

Pengen Rumah di Pondok Indah ... !

Dalam suatu kesempatan saat memenuhi undangan interview yang dilakukan secara kolektif bersama 5 (lima) kandidat lain, sang interviewer bertanya kepada salah seorang kandidat apa ambisinya 5-10 tahun ke depan ? Si Pria menjawab dengan semangat bahwa ia ingin memiliki rumah di pondok indah ! Kontan seluruh kandidat yang hadir tertawa, termasuk saya. Ironisnya, saya tertawa paling keras. Since that time, sang interviewer yang berwajah oriental itu ill feel dengan sikap saya. Singkat cerita saya pun gagal diundang interview tahap berikutnya keesokan paginya.

Wuakakak ... itu sungguh sebuah pelajaran berharga buat saya. Siapa pun tidak bisa menduga. Bagi saya, itu bukan bullsyeet, tapi asli membuat saya ingin tertawa, itu saja. Bukan bermaksud merendahkan jawaban saingan saya itu, tapi justeru sebaliknya, saya tidak punya mimpi sehebat dia !

Tapi yang tak kalah penting, itulah bukti betapa subyektifnya sebuah sesi interview melamar kerja. Walaupun pada kenyataannya, saya adalah 2 (dua) dari 6 kandidat yang membawa cv seperti yang sang manager interview itu minta, yang lain tidak membawa. Selain itu, di atas kertas kualifikasi saya jelas sangat suitable dengan posisi yang saya lamar.

Tapi fakta berkata lain, sang recruitment manager yang berwajah oriental dan usianya jauh di bawah saya itu langsung tidak suka terhadap saya karena kespontanan saya yang tidak terkontrol. Walaupun dia juga yang me'warning' kita agar santai saja menghadapi sesi interview yang lebih mirip perkenalan personal itu lantaran seluruh kandidat terlihat tegang, menurutnya. Namun manakala kita sudah melt, rupanya salah sambung pula ! Wuakakakak ... yang namanya rejeki, memang ga' salah sambung. Kesimpulannya, interview kala itu memang belum rezeki saya. Tapi setidaknya ada hikmah besar yang saya dapatkan dari kegalan interview saya untuk yang kesekian kali ini, menjadi orang baik dan sopan itu ga' gampang .... !!!!

Tuesday, 13 October 2009

TO BE HONEST

Sometimes, we never realize that actually we need to be honest to ourselves and our lifes. Moreover, it's not easy to be honest. Even we have already honest to ourselves, it doesn't mean that it would be okay with others. Oftenly our honest possibly makes others uncomfortable.